
Sebenarnya opsi saya dalam memilih SMK TELKOM ini sangat tidak terduga, namun setelah bertempur dalam PPDB, saya rasa ini adalah opsi yang paling masuk akal walau harus merelakkan sekolah impian saya semula. Saya larut dalam emosi selama seminggu sebab itu, memalukan. Sampai minggu kedua datang. Pemandangan di senin pagi saya rasa cukup untuk mewakili bagaimana kondisi hati saya pada pagi itu. Cerah, baru, dan penuh semangat. Sebagaimana layaknya murid yang baru saja memasuki masa-masa SMK-nya. Kicauan burung dan udara yang dingin membuat rasa kepemilikan pada SMK TELKOM tumbuh dalam diri saya, meskipun saya hanya bocah ingusan yang masih perlu banyak belajar tentang banyak hal di dunia, ini tidak menghentikan buah pikir saya untuk bertanya; apa yang dapat saya perbuat untuk membuat SMK TELkOM lebih baik? pikiran ini ada dalam diri saya sejak pagi itu.

Saat pelajaran matematika pun, sembari berusaha fokus, pikiran tadi rasanya belum hilang dalam diri. Ditemani huruan kata dari Pak Ragil, saya tenggelam dalam pikiran. Waktu berjalan cepat. Singkat cerita ntah bagaimana caranya saya ditunjuk sebagai koordinator KLIK untuk mewakili teman-teman saya lainnya, sebab itu pula saya di sini larut dalam mesin tik.

Esoknya, diadakan sosialisasi mengenai apa itu program KLIK, awalnya saya rasa konsep ini sangat asing bagi bocah kabupaten yang gaptek seperti saya. Tapi setelah saya pikir, kawasan bebas mengutarakan isi hati dalam bentuk frasa yang berpotensi membuat kita sebagai siswa berbintang tidak terdengar buruk juga, kan? Saya ucapkan kepada terima kasih kepada Pak Adi & Bu Desti selaku narasumber. Walau mungkin saya tidak tunjukkan secara langsung lewat ekspresi wajah, saya terus terang mengaggumi mereka. Dengan saya mengikuti kegiatan ini membuat saya sadar bahwa; mungkin bukan tanpa alasan Tuhan mengirim saya ke tempat ini, mungkin bukan tanpa alasan pula mereka mempercayai saya sebagai penanggungjawab kelas dan koordinator KLIK, jika ini cara Tuhan dalam diri saya untuk membantu berkontribusi dalam membuat SMK TELKOM lebih baik, maka saya percaya. Kiranya Ia senantiasa hadir serta memandu jalan hidup kita dalam suka maupun duka, Tuhan memberkati.
Leave a Reply