Penulis: Zulfania Zafira Choerunnisa (XI PPLG 5)
Rabu, 21 Februari 2024
Pada hari ini, Hari Rabu, di jam pertama kelas saya, kami memiliki jadwal kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk mata pelajaran olahraga. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula sekolah, dan materi yang kami dapatkan adalah lompat tinggi. Suasana kelas penuh semangat dan antusiasme, karena kita semua berkesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan kita dalam lompat tinggi.

Kegiatan olahraga kali ini menjadi lebih seru karena kami semua mempraktekannya secara bergantian menggunakan metode kasar dan gaya straddle. Keasikan kegiatan ini mencapai puncaknya, terutama ketika teman-teman perempuan meminta mencobanya berkali-kali, meskipun waktu KBM sudah habis. Seharusnya saatnya untuk istirahat, namun mereka malah asik melanjutkan. Suasana riang pun terus tercipta di antara teman-teman, dengan satu teman mengatakan, “Aku mau nyoba, masih kepo nih,” dan yang lainnya dengan antusias menjawab, “Aku juga mau lagi.” Sampai akhirnya, semua teman perempuan ikut mencobanya berkali-kali, hingga mereka merasa puas dengan kegiatan olahraga yang menyenangkan ini.

Lalu pada jam terakhir, kita mendapatkan jadwal mata pelajaran produktif, yaitu MK-1 yang berkaitan dengan basis data. Materi yang dipelajari hari ini adalah mengenai MongoDB. Kita semua diminta untuk membentuk kelompok sendiri dengan anggota sebanyak 4 orang, dan kita bebas memilih materi yang ingin dipresentasikan minggu depan.
Dalam foto tersebut, terlihat kelompokku tengah berkonsultasi ke depan, membahas progres yang telah kita buat. Suasana kelihatannya serius dan penuh perhatian. Namun, terdapat satu momen yang sedikit memalukan. Bu Isti, guru MK-1 kita, tengah memeriksa progres kita yang tertera pada ChatGPT. Tiba-tiba, Bu Isti melihat ada tulisan “kenapa kosong.” Kami merasa sedikit malu karena sebelumnya tidak menyadari bahwa outputnya memang kosong, hal ini disebabkan karena data yang kami inginkan ternyata tidak ada dalam database.
Leave a Reply