Penulis : Rahma Madina Tutuko (XI PPLG 3)
Kamis, 15 Februari 2024
Lihat deh, semangatnya terpancar dari wajah seorang siswa yang bernama Rafa berasal dari kelas XI PPLG 3 ini saat presentasi sebuah resensi cerpen imajinasi milik temannya. Dengan percaya diri, Rafa menjelaskan analisisnya tentang cerpen tersebut, mulai dari alur cerita, kelebihan, kekurangan hingga kesimpulan dari cerpen yang berjudul “Mimpi Pelangi”.
Setelah presentasi pastinya ada masukan kan? Pak Adi, guru pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan penuh semangat menjelaskan materi tentang cara menulis cerpen yang baik dan benar. Dengan menggunakan bahasa yang lugas dan contoh-contoh menarik, beliau mengajak para siswa untuk berimajinasi dan menuangkan kreativitas mereka ke dalam bentuk cerita pendek.
Para siswa terlihat antusias menyimak penjelasan Pak Adi. Sesekali, tangan mereka bergerak cepat mengikuti arahan Pak Adi untuk membuat kerangka cerita sederhana dengan menggunakan bantuan AI. Suasana kelas terasa aktif dan penuh semangat belajar.
Belajar menulis cerpen tidak hanya melatih keterampilan menulis, tetapi juga mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas. Melalui bimbingan Pak Adi, para siswa diharapkan mampu menuangkan ide-ide mereka menjadi cerpen yang menarik dan penuh makna.
Seorang siswi sedang asyik menuangkan imajinasinya ke dalam kata-kata. Dengan ekspresi fokus dan penuh semangat, ia sedang berusaha menulis cerpen yang baik dan benar. Sesekali siswi ini mengerutkan kening, berpikir untuk mencari kata yang tepat untuk menggambarkan suasana ceritanya.
Setelah melewati perjuangan merangkai kata demi kata, tibalah saatnya istirahat. Para siswa dan siswi bergegas menuju kantin dan kopsis SMK Telkom Purwokerto yang menyediakan berbagai macam jajanan.
Menulis cerpen memang membutuhkan kreativitas dan stamina. Tapi jangan lupa, istirahat dan makanan yang enak juga penting untuk menjaga semangat belajar ya!
Leave a Reply