aku mempunya teman saat aku masih di kelas 3 sekolah dasar, dia tinggal di gubuk kawasan yang terkenal kotor dan bau sedangkan aku tinggal di perumahan mewah.
Setiap hari setiap pulang sekolah aku pasti langung bermain dengannya sampai menjelang waktu Maghrib, kita paling suka bermain petak umpet di kebun milik pak marjo guru ngaji kita.
Temanku bernama Rio, dia hanya tinggal dengan ibunya sedangkan bapaknya sudah meninggal sebelum dia lahir. Dia adalah anak yang sederhana, baik hati serta suka menolong akan sesama.
Rio suka membantu ibunya berjualan makanan ringan keliling. Ada pisang rebus,kacang rebus,kue lumpur,dlln. Namun setiap Rio lewat didepan rumahku ibuku selalu mengusir Rio pergi karena takut kalau aku bakalan sakit perut karena memakan dagangannya.
Suatu hari tiba tiba ayahku kedatangan kerabat dari Surabaya dan ibuku belum sama sekali menyiapkan makanan sedikit pun, aku pun mencoba membujuknya untuk membeli makanan dari ibu nya Rio akhirnya ibuku pun menyetujui.
Setelah kejadian itupun ibuku semakin sering membeli makanan ringan dari ibunya Rio dan beliau terkejut karena melihat kondisi rumah keluarga rio.
Liburan tiba, aku pun pergi ke rumah nenek tanpa memberitahu rio.
Setelah 2 Minggu aku pun kembali ke rumah dan langsung pergi ke rumah Rio untuk mengajaknya main namun saat aku sampai di rumah Rio disitu banyak orang orang menggunakan baju berwarna hitam dan ada bendera hitam juga di rumah Rio. Aku pun menangis dan pingsan karena mengetahui bahwa Rio meninggal dunia karena terkena demam berdarah.
Leave a Reply