Teman virtual

Saat SMP, aku pernah dengar seseorang bilang ‘jangan berteman secara virtual karna itu menakutkan’. Tapi pemikiran itu sudah tidak ada lagi untuk saat ini. Aku sudah kelas 2 SMA, dan aku mempunya teman virtual bernama Qisya. Aku dulu bermain roleplayer diplatform telegram. Aku bertemu dengan Qisya disana dan menjalin pertemanan dengannya. Dia sangat asyik dan seru. Kita memiliki humor yang sama. Kita bahkan berkenalan lebih lanjut dan mutualan WhatsApp. Ternyata dia tinggal di Jogja, sebuah kebetulan karna Aku juga bakal pindah ke Jogja karna ikut Ayahku yang bekerja disana. Aku memutuskan pindah diSMA yang sama dengan Qisya, dan sekarang kita adalah teman sekelas yang kelewat akrab. Seperti melakukan berbagai hal bersama-sama. Kita juga sering berkeliling jogja saat sore hari. Harapanku semoga pertemanan kita tidak akan usai. Dan tetap belanjut walau nanti kita berdua sudah kuliah.