Sang Rindu

Dalam sunyi yang berisik
Berdiri di penghujung hari
berharap kau datang bertamu
Menyapa sebentar sang rindu
Kau pernah berjanji untuk kembali
Namun aksimu mengingkari
Semua berubah menjadi angan
Juga harapan tak berkesudahan

Kamu masih selalu bertemu dengan aksara
Yang ku sebut rindu
Pena yang berkelana dalam tinta
Sebagai bentuk dedikasi bahasa bernama cinta

Alis mu seindah garis cakrawala
Menuangi mata sehitam janggala
Hidung nya mahakarya yang sempurna
Dan bibir indah nan menggoda
Ku sadari, memiliki mu hanya kemustahilan semata

Ketika aku menyadari kau adalah lautan
Maka tenggelam adalah hal yang kapal ku ingin kan
Ingin ku tenggelam di dalam mu
Dan pada akhirnya aku hanyalah karam
Dan kau tetaplah laut dengan segala keindahannya
Hancur hanyutku, abadi dalam dekap mu