Hari senin adalah hari dimana para siswa siswi akan melaksanakan upacara bendera. Semua orang bersemangat, tapi tidak dengan Reyna. Dia terlihat sendang melamun, dia mejauhkan diri dari yang lain. Sikapnya berbeda dengan biasanya yang periang, dia sekarang sedang murung dengan wajah yang sangat pucat.
Pak Andy yang melihat itu pun segera mendatanginya dan menepuk baju Reyna 2 kali, Reyna terkejut. “Reyna kok sendirian?”ucap pak Andy”Reyna lagi sedih pak”balas Reyna menatap pak Andy sekilas kemudian menunduk. “Kenapa kok sedih Reyna?”tanya pak Andy. “Rey sedih gara-gara ditinggal pergi sama Mita”balas Reyna. “Mita yang sering bersama mu itu?”Tanya pak Andy, “Iya, Mita itu temen saya dari kecil, tapi dia sekarang pergi jauh” balas Reyna.
“Emang mita pergi kemana?”tanya pak Andy heran”M-m-mita”balas Reyna dengan mata berkaca-kaca dan dengan suara yang lirih. Pak Andy membawa Reyna ke ruang BK dan membiarkan Reyna bercerita. “Terakhir kali Rey bertemu Mita disekolah, Mita yang tiba-tiba peluk terus bilang, jangan lupa aku ya. Disitu saya langsung bingung, Rey nanya sama Mita tapi Mita ga jawab. Sorenya Rey dapet surat dari Mita, kalau si Mita masuk rumah sakit karena Mita mempunyai penyakit. Dan malamnya Mita meninggal dunia.”Ucap Reyna dengan wajah yang sudah di banjiri dengan air matanya.
Leave a Reply