Jama’ah Maghrib Penuh Misteri

Suatu saat pada saat kelas 4 SD saya bersama 4 kawan saya yaitu Rio, Ratno, Dika, Dan Septa Sehabis main Sepak Bola kami biasa menjalankan rutinitas positif yaitu pergi jama’ah maghrib di mushola bersama sama. Kami ber 5 masih sama sama baru belajar sarungan sehingga untuk berjalan masih kejet karna belum terbiasa memakai sarung pada waktu itu, kami mengambil jalan pintas agar cepat sampai ke mushola untuk mempersingkat waktu. Pada waktu berangkat kami sambil bercerita tentang permainan sepak bola tadi yang kami mainkan dengan ceria. Pas waktu di tikungan jalan kami melihat nenek nenek dengan menggunakan jubah dan sorban putih sehingga Ratno bertanya dengan sopan “nek mau kemana maghrib maghrib benigi ?” tak lama kemudian nenek itu pun membuka sorban yang menutupi mukanya tersebut sambil tersenyum, kami pun kaget dengan apa yang dilihat, Yang dimana nenek tersebut ternyata memiiki taring panjang, Septa, Dika, Dengan Rio pun langsung spontan lari terbirit birit sedangkan saya dengan Ratno tertinggal di belakang, Saya pun ikut lari dengan pincang pincang karna terlilit sarung sehingga saya pun terjatuh dan memegang kaki Ratno dan pada akhirnya ratno pun ikut terjatuh, Saya langsung berdiri dan mengangkat sarung dan ikut lari kenceng hingga tiba di mushola kami pun langsung bercerita kepada bapak bapak dan kami baru menyadari bahwasanya nenek tersebut adalah almarhum nenek sijem yang sudah 7 hari wafat. imam pun datang dan kami langsung ikut sholat maghrib berjama’ah, Karna takut kami sehabis sholat pulang mengikuti pak RW yang kebetulan rumahnya sejalur, Sepulangnya pulang dari mushola saya langsung tidur karna ketakutan.