Renungan Teras

Semesta pun menerima
kala malam heningkan ramai nya dunia
dan hujan yang sejuk kan khatulistiwa
kau tak lagi bersuara seperti sediakala


apakah harus ku cari penggantimu
aku sedang menghirup hitam di teras tempat nyaman ku
di kala senja yang menangis
di temani oleh secangkir kopi, renung, dan tawa