Aku merindu, kau membisu.
Padahal telah begitu banyak memori yang menguap di atas bangku taman itu.
Seperti serangga yang bersembunyi di saat musim dingin, kau menghilang bagai ditelan kegelapan.
Lantas siapa gerangan yang lapar dan kehausan ingin sekali menegak rindu kala itu?
Aku merindu, kau terpaku.
Padahal masih banyak jalan yang belum sempat kita lewati.
Namun kau pergi setelah mencuri hati layaknya manusia tak tahu diri.
Leave a Reply