Ali si Penjaga Harta Karun

Matahari mulai terlihat di antara dua gunung. burung-burung berlalu lalang di antara awan-awan. rasa dingin mulai menyelimuti sekitar hutan. hutan yang lebat mulai berembun karena hujan semalam. air sungai mengalir sangat deras.
di sebelah air sungai terlihat sebuah ruko yang sangat sederhana. dari pintu rumah terlihat seorang pria berumur dua puluh tahun dan bermbut panjang yang bernama ali.
terlihat ali sedang berjalan keluar dari pintu dengan membawa cangkul. ali teringat sesuatu dan berjalan ke arah sebelah ruko tersebut,
ali langsung berhenti dan mencangkul dengan sekuat tenaga,

DUUUKKK!! DUUUKKK!! DUUUKKK!!

terlihat sebuah lorong di bawah tanah yang sangat gelap,
ali terdiam dan menghela nafas
“semoga masih aman” ucap ali
ali mulai berjalan sambil melihat sekitar lorong.
di sebelah ujung lorong terlihat cahaya putih, ali langsung bergegas mendekati cahaya itu. terlihat di ruangan sekitar 5×5 meter
berisi setumpukan emas kurang lebih 1 ton, ali langsung mengecek satu persatu emas tersebut
“sepertinya tidak ada orang yang kesini” gumam ali,
ali kembali berjalan keluar dari lorong dan kembali ke ruko tersebut. ali kembali bekerja menanam kebun di belakang ruko tersebut.

…..

jam menunjukan 00:00
terlihat ali sedang tertidur lelap. di pinggiran sungai terlihat dua seorang pria berumuran dua puluh tiga yang sedang berdiri menghadap ruko yang di tinggali ali
pemuda itu. yang satu tinggi bernama felix, dan satu lagi bernama yanto yang memiliki badan bagus dan tampan
.
“katanya harta karun itu di sini” ucap felix
yanto melihat ruko itu dengan lamat lamat
“ya disini”
mereka langsung bergegas melewati sungai dan langsung masuk ruko tersebut.
ali terbangun karena terdengar suara ada orang masuk.
ali mulai mengambil senapan a.k.a
den mencondongkan kepada kedua pemuda tersebut
“HEY MAU NGAPAIN!!!”
felix dan ruko mulai panik
“maaf mas salah rumah” ucap mereka berdua
“PERGI!!”
akhirnya mereka berdua pergi dengan terbirit birit