MALU

Raga yang terikat semesta Jiwa yang telah tergores mahakarya dunia

Dalam hening yang panjang Diri semakin merasa sepi Terbebani dengan dosa buah tangan sendiri Punggungnya memerah menahan gelisah Hatinya gila pada keagungan cinta manusia

Tiba-tiba di ruang yang sempit Akal meloncat hebat berganti dimensi Terlukis jelas ketakutan dalam diri Mengingat kesombongan menari

Malu diri pada Tuhan

yang telah mengatur Kehidupan

Malu diri pada Tuhan yang mengajarkan kasih dan sayang Tuhan pula yang mengajarkan cinta Maka, Ya Tuhan

Ajari raga bagaimana seharusnya diri ini mencinta Layaknya engkau mencintai hambanya