Raga yang terikat semesta Jiwa yang telah tergores mahakarya dunia
Dalam hening yang panjang Diri semakin merasa sepi Terbebani dengan dosa buah tangan sendiri Punggungnya memerah menahan gelisah Hatinya gila pada keagungan cinta manusia
Tiba-tiba di ruang yang sempit Akal meloncat hebat berganti dimensi Terlukis jelas ketakutan dalam diri Mengingat kesombongan menari
Malu diri pada Tuhan
yang telah mengatur Kehidupan
Malu diri pada Tuhan yang mengajarkan kasih dan sayang Tuhan pula yang mengajarkan cinta Maka, Ya Tuhan
Ajari raga bagaimana seharusnya diri ini mencinta Layaknya engkau mencintai hambanya
Leave a Reply