Dulu

Mungkin dulu kita selalu mengucapkan kata sayang di penghujung langit gelap.

Dan kita pun selalu lelap dalam tawa.

Lalu aku kira rasa itu mulai reda.

Seketika kau menemukan yang kau anggap cinta sejati.

Tangannya menjadi pengganti tanganku untuk menuntunmu.

Pundaknya menjadi pengganti pundakku untukmu bersandar.

Mungkin benar, aku tak mahir memimpinmu.

Tapi aku tahu bagaimana cara menuntunmu.

Benar kata bapak ku.

Menaruh harapan tidak perlu terlalu berlebihan.

Mungkin….

Beberapa rencana baik pun harus bertemu dengan realita buruk.