Damai…itu yang aku rasa
Ketika sunyi dan malam bertemu
Diriku merenung
Apakah selama ini aku,yang salah?
Disetiap doa aku selipkan namamu
Namun kau pergi layaknya senja
Datang memberi keindahan
Dan pergi menyisakan kegelapan
Menjadikanmu sebuah lentera di hidupku
Menjadikanmu tempatku berpulang dikala sedih
Lantas saat cahayamu padam
Hanya menyisakan kegelapan tiada tara
Menjatuhkan jiwa tak berdaya
Apa yang harus aku lakukan?
Tetap mengharapkanya Kembali?
Tepat di tengah malam
Diwaktu doa sangat mustajab
Teguh lekuk tanganku menengadah
Kala aliran air mata datang
Selembut embun,sehening malam
Aku mengadu kepadamu
Tuhan … kenapa mencintainya begitu sakit
Jika memang dia bukan semestaku
Maka bantulah aku melepasnya
Tetap bertahan dan mengharapkannya Kembali
Nyatanya menjadikan ini rumpang
Dan tak kunjung mencapai kata rampung
Leave a Reply