Mentari

Mentari

Senyummu yang selalu terpikat pada semesta

Aku yang selalu putus asa dalam kegelapan ini

Aku yang terambisi dalam ilusi malamku

Namun senyummu selalu memikat dalam hati kecilku

Kau yang kusebut dengan pelangi

Kau yang kusebut sebagai mentariku

Kau yang selalu ku sebut dengan Rumah

Apakah denganmu juga?

Cuaca yang panas akan terik mentari

Hujan badai yang membawa angin dingin ini

Langit hitam yang membuatku tertunduk

Tetapi Langit senja yang kalah akan indah senyumanmu.