Penunggu Jembatan

Saat liburan smp, saya menginap di saudara saya. Kami memang sering menginap karena seumuran. Waktu itu dimalam hari kami iseng motoran sambil mencari toko. Tiba lah saat kami harus melewati sebuah jembatan, jembatan Mblongkeng. Jembatan tersebut sudah tidak memiliki pembatas karena pernah terseret lahar dingin. Disebrang sungai tersebut hanyalah area persawahan yang membuat jembatan tersebut sepi. Kaat hendak menuju jembatan tersebut, terdapat penerangan lampu yang terus berkedip tanpa henti. Saat di jembatan kami berpapasan dengan motor dari arah berlawanan. Lebar jembatan yang sempit tersebut, ditambah berpapasan dengan pemotor lain, membuat kami yakin tidak ada pejalan kaki yang melintas, kerena tidak akan muat. Saat saya sudah sampai diseberang sungai, saya iseng mengecek spion dan anehnya lampu yang sedari tadi terus berkedip, tiba tiba saja menyala normal tanpa berkedip. Dan saat saya melihat ditengah jembatan, betapa kagetnya saya melihat seseorang yang berjalan seperti melayang, bertubuh gelap bak bayangan, lampu tersebut bagai menyorotinya. Saat ingin menyebrang jembatan tidak ada seorang pun yang berjalan melewati jembatan, namun saat melihat spion tiba tiba sosok tersebut sudah ditengah jembatan. Saat melihat sosok itu juga saya langsung memberitahu saudara saya. Dia pun melihat ke belakang dan terdiam sejenak, dan saat dia kembali menghadap ke depan, dia langsung berteriak untuk segera tancap gas. Malam jumat, gelapnya persawahan di malam hari, dan ketakutan terhadap sosok tersebut membuat kami kebut kebutan dan mengeluarkan kata kata mutiara di sepanjang areal persawahan tersebut.