Anagata Dalam Langit

“hei, jangan seperti itu”

“berhenti ganggu aku!”

Beberapa ucapan tegas darinya membuat mereka masih belum juga berhenti mengganggunya. Sontak terdengar suara seorang anak perempuan berteriak yang sedang memberanikan diri untuk membantunya, “kok kalian begini sih sama orang lain?” tanya anak perempuan itu dengan wajah sedikit galak. melihat itu mereka merasa gemas dengan sikap anak perempuan itu terhadap mereka dengan menjawab “menggemaskan, aku hanya bermain”. Setelah itu mereka pun meninggalkan anak perempuan itu bersamanya, Dari situ pertemanan mereka pun terjadi. Graciano namanya

Graciano berbadan tinggi besar dan juga berkulit warna sedikit gelap membuat banyak wanita di sekitarnya terpukau. Ia menjadi seorang lelaki yang tampan dan berwibawa, bersahabat sejak dulu dengan anak perempuan yang ada pada waktu itu bernama Elena Pavo. Graciano sangat dekat dengannya, saling kenal lebih dalam untuk menjadikan Persahabatan semakin erat. Elena identik dengan sifatnya yang penyayang kepada siapapun dan memiliki peduli yang tinggi, berbeda jauh dengan Graciano. Ia memiliki sifat tegas namun juga lembut. Ketika ia berada di dekat Elena sifatnya seketika berubah menjadi Graciano yang suka usil terhadap Elena, seringkali Elena mengingatkan “Dulu ada loh cowok yang aku nyelamatin dari anak anak nakal” candaan Elena. Graciano menunjukkan rasa malu dan berusaha untuk membela diri “tapi aku tetap saja pemberani dan selalu siap melindungimu” jawab Graciano dengan percaya diri. Mereka tertawa bersama jika mengingat masa masa waktu itu, dengan itu mereka bisa menjadi sahabat.

Mereka adalah dua orang yang saling melengkapi dan sama sama memiliki kekurangan yang berbeda beda. Mereka juga menyukai sesuatu yang berbeda beda namun masih berhubungan, Elena sangat sangat menyukai suara ombak laut namun Elena tidak menyukai laut sedangkan Graciano sangat sangat menyukai laut namun merasa terganggu jika mendengar suara berisik dari ombak. Elena juga menyukai yang berada di langit namun Elena belum tentu suka langit, sedangkan Graciano sangat suka terhadap langit. Saat mereka berdua berada di tepi pantai, terlihat Graciano sangat benar benar memperhatikan keduanya (langit dan laut) dengan wajah yang serius. Elena heran mengapa Graciano sangat menyukai itu “Gra, Apa yang membuatmu merasa langit dan laut seindah itu dimatamu?” tanya Elena padanya. Graciano pun menjawab dengan lembut “sulit menjelaskan mengapa aku sangat menyukainya dan mengapa dimataku mereka sangatlah indah” ucapnya kepada Elena. Mereka dibuat bingung oleh langit dan laut, dan saling terdiam beberapa saat untuk menikmati tempat itu. Hari mulai gelap, Graciano mengajak Elena pergi dari situ dan pulang. Namun, Graciano merasakan hal yang aneh terjadi pada dirinya yang membuat Elena sedikit bingung dan panik setelah melihat Graciano “Gra, kamu kenapa? hei, apa yang terjadi padamu Gra?” tanya Elena kepadanya. Sontak Graciano mengatakan “Bukan apa apa Na, Aku baik baik saja. Ayo kita pulang” Karena tidak ingin panik dan kekhawatiran itu berlanjut pada Elena, Graciano buru buru mengajak Elena untuk pergi dari tempat itu. Setibanya dalam perjalanan, Elena penasaran apa yang barusan terjadi pada mereka lalu “Ada apa Gra? Kenapa gelagatmu aneh seperti tadi?” tanya Elena. Graciano yang tak ingin Elena mengetahui yang sebenarnya pun akhirnya terpaksa untuk berbohong “Maaf Na, sepertinya memang kamu harus mengetahuinya. Aku merasa ada yang aneh dengan pantai itu” ucap Graciano. Sontak Elena sedikit terkejut dan heran seakan memiliki banyak pertanyaan “Memangnya ada apa Gra? Katakan saja, Aku ingin mendengarnya” tanya Elena yang begitu penasaran. “Aku melihat sosok aneh berada di sekitar tempat itu, Aku merasa tidak nyaman. Kata pamanku tempat itu dulunya adalah tempat keramat diciptakan oleh seseorang terdahulu dan dipercayai warga setempat, Namun sekarang banyak yang bilang itu semua sudah hilang. Aku bingung harus percaya pada siapa Na” ungkap Graciano. Elena terkejut mendengar ungkapan Graciano yang membuat suasana menjadi sedikit sunyi, dan mereka berdua terdiam pada beberapa waktu. Sesampainya mereka di rumah masing masing Elena sedikit melamun dan terpikirkan tentang kejadian yang terjadi padanya dengan Graciano, sedikit khawatir namun Elena tak curiga sedikitpun dengan apa yang sebenarnya terjadi. Untuk memastikan….

Notif pesan dari Graciano masuk

Graciano “Na? lagi ngapain”                  

 Elena

           “Baring aja, kenapa Gra?” 

Graciano

“Soal tadi jangan kamu mikirin ya!”       

  Elena

  “iyaaa iyaaaaaa”

Keesokan harinya mereka duduk bersama di sebuah cafe untuk menikmati sebuah kopi dan beberapa cemilan, membicarakan hal yang tidak begitu penting menjadi kebiasaan mereka berdua untuk saling mendapatkan beragam topik. Elena tiba tiba bertanya kepada Graciano tentang kejadian kemarin yang mereka alami “Aku masih heran dengan sesuatu yang kemarin, aku penasaran. memangnya apa yang kau alami sampai menunjukkan reaksi yang tidak pernah aku lihat sebelumnya Gra?”, Graciano sempat berpikir bagaimana cara ia berhasil membuat Elena lupa akan kejadian itu. Bingung untuk bagaimana cara menjawab pertanyaan Elena yang Graciano sendiri tak sama sekali mengharapkan pertanyaan itu diungkapkan, Ia berusaha menjawab dengan jawaban yang tak salah “Aku hanya melihat beberapa sosok yang mungkin manusia lain tidak dapat melihatnya Na”. Lagi lagi Graciano harus berbohong untuk membuat Elena tak berpikir tentang dirinya sedikitpun dan hanya berpikir sekaligus percaya tentang apa yang Graciano ungkapkan. “Sepertinya aku rindu dengan suasana awal kita datang ke pantai itu, rasanya nyaman sekali” ucap Graciano pada Elena, “Aku pun merasa begitu, tapi apakah kamu yakin tak ada yang terjadi sesuatu jika kita akan kesana lagi?” ungkap Elena yang sedang memikirkan resikonya. Mendengar hal itu Graciano sedikit merasa bersalah karena telah mengungkapkan sesuatu yang membuat Elena menjadi takut dengan pantai itu, Graciano harap Elena tidak menjadi wanita yang penakut “Kamu takut ya Na?” tanya Graciano dengan sedikit tertawa yang berarti itu sebuah candaan. Dengan lantang Elena menjawab “Enak aja! kamu harus tau bahwa aku bukan penakut ya Graciano!”, melihat itu Graciano sangat gemas dengan Elena setelah mendengar ungkapan Elena yang sangat berani itu. Tanpa mereka sadari, mereka duduk bersama di cafe itu  telah memakan waktu yang banyak bahkan hingga larut. Elena pun mengajak Graciano untuk pulang “Gra, pulang yuk” dan Graciano pun mengiyakan itu.

Mereka selalu menghabiskan waktu bersama di berbagai tempat untuk saling membuat hati tenang, senang dan nyaman. Saat berada pada suatu tempat yang belum sama sekali mereka kunjungi, mereka sangat senang dengan suasana dan bersama – sama menikmati tempat itu. Bagi mereka hiburan yang paling menyenangkan adalah berkunjung ke suatu tempat yang belum pernah sama sekali mereka kunjungi, singkatnya mereka suka berwisata. Saat saling menatap langit yang begitu indah Graciano mengatakan “Aku ingin melihatmu menikah dengan orang pilihanmu Na, dan setelah itu aku akan pergi jauh agar hubunganmu dengannya akan selalu tetap terjaga tanpa ada rasa cemburu dan sakit hati” mendengar itu Elena tertawa kecil “kamu ngomong apa sih Gra, aku aja belum menemui orang yang pas untukku”. mendengar itu Elena tertawa kecil “kamu ngomong apa sih Gra, aku belum sama sekali menemui orang yang pas untukku” ucap Elena padanya. Graciano pun berbaring dengan meletakkan kepala di atas paha Elena, Melihat sikapnya yang tidak seperti biasa Elena pun bertanya “Apa kamu baik baik saja?”, Graciano menjawab “Aku selalu baik baik saja Na”. Graciano terlihat memejamkan matanya terlihat seperti tidur sementara waktu. Elena memendam rasa selama bertahun tahun agar dapat selalu bersama sama dengan Graciano, Namun ternyata Graciano meninggalkan Elena untuk selamanya. Elena merasa sangat terpukul, namun Elena merasa heran mengapa Graciano bisa tiba tiba pergi dan mencoba untuk bertanya kepada ibu dan ayahnya apa sebenarnya yang telah disembunyikan oleh Graciano selama ini. Graciano mengidap penyakit kanker yang sepertinya langka sedari ia masih kecil, Namun hebatnya ia tak pernah terlihat bahwa ia sedang sakit keras.

“Bisa ya kamu bohongin aku selama ini Gra?”

“Selama bertahun tahun aku bersamamu!”

“KENAPA?! kenapa aku tidak pernah tau hal ini Gra?”

“Kenapa kamu tidak pernah memberitahuku?”

“KENAPA HARUS AKU GRRAAA?!”

Merasa sangat terpukul, Elena tak pernah bisa melupakan sosok Graciano yang selalu lembut padanya dan selalu bersamanya. Elena menjadi wanita yang merasa dimiliki dan disayang olehnya, membuat Elena mencintainya dalam diam. Kini Elena berusaha menyembuhkan diri sendiri, belum bisa menerima orang baru dan hanya seorang diri yang dulu berharap bisa hidup bersama dengan Graciano memiliki masa depan yang sudah terpikirkan berada di dunia telah hancur. Menatap langit seakan melihat Graciano yang merupakan masa depannya berada di dalam sana membuat Elena kembali meneteskan air mata kesekian kalinya, Elena pun berucap Anagata dalam Langit.