kabut yang memudar
hari ini hatiku kalang kabut seakan lupa jalan pulang
terbawa dalam lamunan nan jauh ke sukma, harum dalam butiran doa
mencoba tuk bangkit dan terus melangkah tuk mencarinya-sebuah perjumpaan
denyut nadi tak bisa berhenti
berhenti dalam goresan dan peluh rasa ingin tahu
dalam sebuah titik, menjelma lah menjadi garis yang berlalu lalang
menyisakan kenangan yang tersimpan, ataukah hanyut termakan usia
bertanya tanya apakah esok akan bisa menyapamu kembali dengan riang
melihat senyum mu yang seindah matahari pagi
sahabat..
kemarin aku baru mengenal namamu
duduk sebangku dan berbagi ilmu
menghiburku di kala sunyi hinggap
menghiburmu di kala gusar menyelimuti
akankah semua dapat terulang kembali
kini air wajahmu terlihat menusuk pikiranku
takkan menyalahkan waktu tentang kenangan yang singgah untuk bersinar
saat itu air mata ini keluar menetes
saat mata ini melihat semua kenangan
apakah kita masih mampu bersama?
bercanda dan tertawa seperti dulu lagi
namun detik demi detik kian berlalu
hanya waktu yang bisa menjawab semua itu
Leave a Reply