{"id":13254,"date":"2023-12-11T10:47:15","date_gmt":"2023-12-11T10:47:15","guid":{"rendered":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/?p=13254"},"modified":"2023-12-11T10:47:16","modified_gmt":"2023-12-11T10:47:16","slug":"kurang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/2023\/12\/11\/kurang\/","title":{"rendered":"Kurang"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kurang&#8221; kata-kata yang sering orang ucapkan ketika mereka tidak merasa puas dengan sesuatu. <em>&#8216;Kurang cepat&#8217;, &#8216;kurang lama&#8217;, &#8216;kurang banyak&#8217;<\/em> kata itu seakan-akan mudah diucapkan ketika kita tidak puas akan hal tersebut. Tapi, bagaimana jika kata tersebut justru merusak hidup seseorang? Aku tahu ini terasa berlebihan, tapi aku sudah lelah mendengar hal itu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kala itu, setiap hari aku harus mendengarkan ayahku berkelahi dengan ibuku, ayahku terus mengucapkan <em>&#8216;Dasar wanita kurang bersyukur! Diberi uang bulanan 300 ribu perbulan dan kau masih ingin meminta?&#8217; <\/em>Ayahku mendorong ibuku hingga ia terbentur ke lantai, suara itu sangat jelas terngiang di kepalaku. Ibu membalas perkataan ayah<em> &#8216;Lelaki kurang ajar! Bagaimana bisa aku mencukupi kebutuhan kau dan anak itu! Kalian sama saja, lebih baik aku meninggalkan rumah ini dan berkelana mengejar impianku.&#8217;<\/em> Ayah murka, ia semakin menjadi-jadi dalam menyakiti ibu. Ia mulai memukul dan membantingnya, aku sebagai anak berumur 15 tahun hanya bisa menangis dan berharap ini akan berkahir. Besoknya ayah memutuskan untuk meninggalkan rumah dan meninggalkanku dengan ibu. Ibu sangat murka dan mulai menyalahkanku atas kejadian itu. Menurutnya jika saja aku tak ada dalam hidup mereka, mereka pasti akan hidup sangat berkecukupan. Kita cukupkan saja cerita itu, untuk sekarang aku akan ceritakan apa yang tengah aku alami. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekarang aku berumur 18 tahun, seorang mahasiswi baru di salah satu universitas ternama yang berada di kota Solo. Aku sekarang tinggal seorang diri di salah satu kos disana. Ibuku sering mengunjungiku kesini dengan suami barunya. Suaminya memperlakukan ibu sangat baik hingga ibu bisa perlahan sembuh dengan penyakit mental yang dideritanya. Tetapi lelaki itu merupakan lelaki bejat yang sering menyentuhku. Lelaki itu selalu saja menyentuhku dikala ibu tak melihat, bahkan ia sering mengunjungi kos ku tanpa sepengetahuan ibu. Ada satu hari dimana ia pertama kali melakukan hal itu, ia mengunjungiku tepat pada saat aku baru selesai berkuliah. Ia tersenyum lebar sambil membawa tas belanjaan &#8220;Sari, aku membelikanmu baju baru.&#8221; Dia tidak memanggil dirinya sebagai &#8216;ayah&#8217; melainkan &#8216;aku&#8217;, itu sangat menunjukan bahwa ada hal aneh tentang hal tersebut. Aku yang masih tabu terhadap keanehan itu hanya menjawab &#8220;Terimakasih ayah&#8221;. Aku menemani ayahku berbincang di ruang tamu kos, kami awalnya berbincang biasa saja selayaknya anak dan ayah. Lama-kelamaan ayahku mulai menanyakan bagaimana kalau aku berpacaran dengannya, ia berkata jika berpacaran dengannya aku tidak perlu memikirkan uang kuliah, uang sehari-hari , bahkan kebutuhan mweah. Mendengar hal itu aku merasa sangat murka, bagaimana bisa seorang ayah berkata seperti itu pada anaknya. Karena merasa jijik aku meninggalkannya tanpa sepatah kata apapun, pada saat yang bersamaan ayah menarik tanganku dan berbisik &#8220;Kau merasa kurang bahagia dengan hidupmu sekarang kan? Aku bisa memberikan semua padamu.&#8221; Sial, perkataannya membuatku naik pitam.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Kurang&#8221; kata-kata yang sering orang ucapkan ketika mereka tidak merasa puas dengan sesuatu. &#8216;Kurang cepat&#8217;, &#8216;kurang lama&#8217;, &#8216;kurang banyak&#8217; kata itu seakan-akan mudah diucapkan ketika kita tidak puas akan hal tersebut. Tapi, bagaimana jika kata tersebut justru merusak hidup seseorang? Aku tahu ini terasa berlebihan, tapi aku sudah lelah mendengar hal itu. Kala itu, setiap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":526,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-13254","post","type-post","status-publish","format-standard","category-karya-tulis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13254","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/526"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13254"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13254\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13272,"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13254\/revisions\/13272"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13254"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13254"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13254"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}