{"id":12983,"date":"2023-12-11T10:27:06","date_gmt":"2023-12-11T10:27:06","guid":{"rendered":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/?p=12983"},"modified":"2023-12-11T10:27:07","modified_gmt":"2023-12-11T10:27:07","slug":"anagata-dalam-langit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/2023\/12\/11\/anagata-dalam-langit\/","title":{"rendered":"Anagata Dalam Langit"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201chei, jangan seperti itu\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cberhenti ganggu aku!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa ucapan tegas darinya membuat mereka masih belum juga berhenti mengganggunya. Sontak terdengar suara seorang anak perempuan berteriak yang sedang memberanikan diri untuk membantunya, \u201ckok kalian begini sih sama orang lain?\u201d tanya anak perempuan itu dengan wajah sedikit galak. melihat itu mereka merasa gemas dengan sikap anak perempuan itu terhadap mereka dengan menjawab \u201cmenggemaskan, aku hanya bermain\u201d. Setelah itu mereka pun meninggalkan anak perempuan itu bersamanya, Dari situ pertemanan mereka pun terjadi. Graciano namanya<span id=\"docs-internal-guid-2288c099-7fff-3a7e-ae09-036aa3fc9b93\"><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Graciano berbadan tinggi besar dan juga berkulit warna sedikit gelap membuat banyak wanita di sekitarnya terpukau. Ia menjadi seorang lelaki yang tampan dan berwibawa, bersahabat sejak dulu dengan anak perempuan yang ada pada waktu itu bernama Elena Pavo. Graciano sangat dekat dengannya, saling kenal lebih dalam untuk menjadikan Persahabatan semakin erat. Elena identik dengan sifatnya yang penyayang kepada siapapun dan memiliki peduli yang tinggi, berbeda jauh dengan Graciano. Ia memiliki sifat tegas namun juga lembut. Ketika ia berada di dekat Elena sifatnya seketika berubah menjadi Graciano yang suka usil terhadap Elena, seringkali Elena mengingatkan \u201cDulu ada loh cowok yang aku nyelamatin dari anak anak nakal\u201d candaan Elena. Graciano menunjukkan rasa malu dan berusaha untuk membela diri \u201ctapi aku tetap saja pemberani dan selalu siap melindungimu\u201d jawab Graciano dengan percaya diri. Mereka tertawa bersama jika mengingat masa masa waktu itu, dengan itu mereka bisa menjadi sahabat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka adalah dua orang yang saling melengkapi dan sama sama memiliki kekurangan yang berbeda beda. Mereka juga menyukai sesuatu yang berbeda beda namun masih berhubungan, Elena sangat sangat menyukai suara ombak laut namun Elena tidak menyukai laut sedangkan Graciano sangat sangat menyukai laut namun merasa terganggu jika mendengar suara berisik dari ombak. Elena juga menyukai yang berada di langit namun Elena belum tentu suka langit, sedangkan Graciano sangat suka terhadap langit. Saat mereka berdua berada di tepi pantai, terlihat Graciano sangat benar benar memperhatikan keduanya (langit dan laut) dengan wajah yang serius. Elena heran mengapa Graciano sangat menyukai itu \u201cGra, Apa yang membuatmu merasa langit dan laut seindah itu dimatamu?\u201d tanya Elena padanya. Graciano pun menjawab dengan lembut \u201csulit menjelaskan mengapa aku sangat menyukainya dan mengapa dimataku mereka sangatlah indah\u201d ucapnya kepada Elena. Mereka dibuat bingung oleh langit dan laut, dan saling terdiam beberapa saat untuk menikmati tempat itu. Hari mulai gelap, Graciano mengajak Elena pergi dari situ dan pulang. Namun, Graciano merasakan hal yang aneh terjadi pada dirinya yang membuat Elena sedikit bingung dan panik setelah melihat Graciano \u201cGra, kamu kenapa? hei, apa yang terjadi padamu Gra?\u201d tanya Elena kepadanya. Sontak Graciano mengatakan \u201cBukan apa apa Na, Aku baik baik saja. Ayo kita pulang\u201d Karena tidak ingin panik dan kekhawatiran itu berlanjut pada Elena, Graciano buru buru mengajak Elena untuk pergi dari tempat itu. Setibanya dalam perjalanan, Elena penasaran apa yang barusan terjadi pada mereka lalu \u201cAda apa Gra? Kenapa gelagatmu aneh seperti tadi?\u201d tanya Elena. Graciano yang tak ingin Elena mengetahui yang sebenarnya pun akhirnya terpaksa untuk berbohong \u201cMaaf Na, sepertinya memang kamu harus mengetahuinya. Aku merasa ada yang aneh dengan pantai itu\u201d ucap Graciano. Sontak Elena sedikit terkejut dan heran seakan memiliki banyak pertanyaan \u201cMemangnya ada apa Gra? Katakan saja, Aku ingin mendengarnya\u201d tanya Elena yang begitu penasaran. \u201cAku melihat sosok aneh berada di sekitar tempat itu, Aku merasa tidak nyaman. Kata pamanku tempat itu dulunya adalah tempat keramat diciptakan oleh seseorang terdahulu dan dipercayai warga setempat, Namun sekarang banyak yang bilang itu semua sudah hilang. Aku bingung harus percaya pada siapa Na\u201d ungkap Graciano. Elena terkejut mendengar ungkapan Graciano yang membuat suasana menjadi sedikit sunyi, dan mereka berdua terdiam pada beberapa waktu. Sesampainya mereka di rumah masing masing Elena sedikit melamun dan terpikirkan tentang kejadian yang terjadi padanya dengan Graciano, sedikit khawatir namun Elena tak curiga sedikitpun dengan apa yang sebenarnya terjadi. Untuk memastikan\u2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\">Notif pesan dari Graciano masuk<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Graciano \u201cNa? lagi ngapain\u201d &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right wp-block-paragraph\">&nbsp;Elena<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right wp-block-paragraph\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;\u201cBaring aja, kenapa Gra?\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Graciano<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSoal tadi jangan kamu mikirin ya!\u201d &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right wp-block-paragraph\">&nbsp;&nbsp;Elena<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right wp-block-paragraph\">&nbsp; \u201ciyaaa iyaaaaaa\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keesokan harinya mereka duduk bersama di sebuah cafe untuk menikmati sebuah kopi dan beberapa cemilan, membicarakan hal yang tidak begitu penting menjadi kebiasaan mereka berdua untuk saling mendapatkan beragam topik. Elena tiba tiba bertanya kepada Graciano tentang kejadian kemarin yang mereka alami \u201cAku masih heran dengan sesuatu yang kemarin, aku penasaran. memangnya apa yang kau alami sampai menunjukkan reaksi yang tidak pernah aku lihat sebelumnya Gra?\u201d, Graciano sempat berpikir bagaimana cara ia berhasil membuat Elena lupa akan kejadian itu. Bingung untuk bagaimana cara menjawab pertanyaan Elena yang Graciano sendiri tak sama sekali mengharapkan pertanyaan itu diungkapkan, Ia berusaha menjawab dengan jawaban yang tak salah \u201cAku hanya melihat beberapa sosok yang mungkin manusia lain tidak dapat melihatnya Na\u201d. Lagi lagi Graciano harus berbohong untuk membuat Elena tak berpikir tentang dirinya sedikitpun dan hanya berpikir sekaligus percaya tentang apa yang Graciano ungkapkan. \u201cSepertinya aku rindu dengan suasana awal kita datang ke pantai itu, rasanya nyaman sekali\u201d ucap Graciano pada Elena, \u201cAku pun merasa begitu, tapi apakah kamu yakin tak ada yang terjadi sesuatu jika kita akan kesana lagi?\u201d ungkap Elena yang sedang memikirkan resikonya. Mendengar hal itu Graciano sedikit merasa bersalah karena telah mengungkapkan sesuatu yang membuat Elena menjadi takut dengan pantai itu, Graciano harap Elena tidak menjadi wanita yang penakut \u201cKamu takut ya Na?\u201d tanya Graciano dengan sedikit tertawa yang berarti itu sebuah candaan. Dengan lantang Elena menjawab \u201cEnak aja! kamu harus tau bahwa aku bukan penakut ya Graciano!\u201d, melihat itu Graciano sangat gemas dengan Elena setelah mendengar ungkapan Elena yang sangat berani itu. Tanpa mereka sadari, mereka duduk bersama di cafe itu&nbsp; telah memakan waktu yang banyak bahkan hingga larut. Elena pun mengajak Graciano untuk pulang \u201cGra, pulang yuk\u201d dan Graciano pun mengiyakan itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka selalu menghabiskan waktu bersama di berbagai tempat untuk saling membuat hati tenang, senang dan nyaman. Saat berada pada suatu tempat yang belum sama sekali mereka kunjungi, mereka sangat senang dengan suasana dan bersama &#8211; sama menikmati tempat itu. Bagi mereka hiburan yang paling menyenangkan adalah berkunjung ke suatu tempat yang belum pernah sama sekali mereka kunjungi, singkatnya mereka suka berwisata. Saat saling menatap langit yang begitu indah Graciano mengatakan \u201cAku ingin melihatmu menikah dengan orang pilihanmu Na, dan setelah itu aku akan pergi jauh agar hubunganmu dengannya akan selalu tetap terjaga tanpa ada rasa cemburu dan sakit hati\u201d mendengar itu Elena tertawa kecil \u201ckamu ngomong apa sih Gra, aku aja belum menemui orang yang pas untukku\u201d. mendengar itu Elena tertawa kecil \u201ckamu ngomong apa sih Gra, aku belum sama sekali menemui orang yang pas untukku\u201d ucap Elena padanya. Graciano pun berbaring dengan meletakkan kepala di atas paha Elena, Melihat sikapnya yang tidak seperti biasa Elena pun bertanya \u201cApa kamu baik baik saja?\u201d, Graciano menjawab \u201cAku selalu baik baik saja Na\u201d. Graciano terlihat memejamkan matanya terlihat seperti tidur sementara waktu. Elena memendam rasa selama bertahun tahun agar dapat selalu bersama sama dengan Graciano, Namun ternyata Graciano meninggalkan Elena untuk selamanya. Elena merasa sangat terpukul, namun Elena merasa heran mengapa Graciano bisa tiba tiba pergi dan mencoba untuk bertanya kepada ibu dan ayahnya apa sebenarnya yang telah disembunyikan oleh Graciano selama ini. Graciano mengidap penyakit kanker yang sepertinya langka sedari ia masih kecil, Namun hebatnya ia tak pernah terlihat bahwa ia sedang sakit keras.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\">\u201cBisa ya kamu bohongin aku selama ini Gra?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\">\u201cSelama bertahun tahun aku bersamamu!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\">\u201cKENAPA?! kenapa aku tidak pernah tau hal ini Gra?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\">\u201cKenapa kamu tidak pernah memberitahuku?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\">\u201cKENAPA HARUS AKU GRRAAA?!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Merasa sangat terpukul, Elena tak pernah bisa melupakan sosok Graciano yang selalu lembut padanya dan selalu bersamanya. Elena menjadi wanita yang merasa dimiliki dan disayang olehnya, membuat Elena mencintainya dalam diam. Kini Elena berusaha menyembuhkan diri sendiri, belum bisa menerima orang baru dan hanya seorang diri yang dulu berharap bisa hidup bersama dengan Graciano memiliki masa depan yang sudah terpikirkan berada di dunia telah hancur. Menatap langit seakan melihat Graciano yang merupakan masa depannya berada di dalam sana membuat Elena kembali meneteskan air mata kesekian kalinya, Elena pun berucap Anagata dalam Langit.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201chei, jangan seperti itu\u201d \u201cberhenti ganggu aku!\u201d Beberapa ucapan tegas darinya membuat mereka masih belum juga berhenti mengganggunya. Sontak terdengar suara seorang anak perempuan berteriak yang sedang memberanikan diri untuk membantunya, \u201ckok kalian begini sih sama orang lain?\u201d tanya anak perempuan itu dengan wajah sedikit galak. melihat itu mereka merasa gemas dengan sikap anak perempuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":423,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-12983","post","type-post","status-publish","format-standard","category-karya-tulis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12983","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/423"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12983"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12983\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13136,"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12983\/revisions\/13136"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12983"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12983"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12983"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}