{"id":1221,"date":"2022-07-10T11:31:17","date_gmt":"2022-07-10T11:31:17","guid":{"rendered":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/?p=1221"},"modified":"2022-10-19T06:54:27","modified_gmt":"2022-10-19T06:54:27","slug":"arak-dan-para-peneguk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/2022\/07\/10\/arak-dan-para-peneguk\/","title":{"rendered":"Arak dan Peneguk"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kota itu adalah yang terburuk. Tunawisma jadikan jalan dan emperan toko&nbsp;sebagai tempat beradu. Pencurian di kompleks-kompleks perumahan mewah tidak&nbsp;lagi kejutkan saluran TV lokal sebagai berita akhir pekan. Pejabat sibuk susunkan&nbsp;kota sedang aparat susunkan rencana keamanan. Semua kacau, semua balau.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam segala hiruk-pikuk yang tidak menyenangkan, bar di sudut kota\u00a0menjadi tempat paling kumuh sebab menampung segala nasib dan maki dari\u00a0manusia-manusia yang kurang beruntung. Dentuman musik yang tak gambarkan\u00a0suasana hati apapun hanya jadi ingar bingar yang terabai. Yang berharta dan melarat bersama hilangkan kesadaran sementara dari hidup yang kedaluwarsa.\u00a0Tidak, mereka tidak takut perampok akan jejalkan diri ke dalam kerumunan bar itu.\u00a0Untuk apa perampok lakukan kejahatan pada mereka yang hidupnya berputus asa?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua laki-laki di sudut ruang menyingkirkan diri dari segala jangkauan\u00a0manusia di sana. Mereka tidak minum alkohol atau arak mahal bergengsi, terlihat\u00a0hanya soda dingin yang terisi pada gelas namun tidak kunjung habis.\u00a0Mereka sibuk amati pintu bar tempat lalu-lalang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSudah satu setengah jam, Ta. Dia jadi datang, tidak?\u201d Salah satu di antara&nbsp;mereka mulai memastikan keadaan dengan kesal. \u201cDia janji begitu di chat, tunggu&nbsp;sebentar lagi,\u201d jawab laki-laki satunya dengan tidak yakin. \u201cMenurutmu sebentar&nbsp;itu berapa lama? Ini terlalu malam untuk membahas segala hal.&#8221;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Genta menghembus napas berat. Dengan kesal ia terus menelpon meski tak&nbsp;kunjung diangkat. Semakin malam, ia semakin khawatir dengan keselamatan di&nbsp;jalan pulang nanti sedang kota masih tidak aman dilalui seorang diri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di panggilan keempat belas, ia berhenti. Disandarnya punggung pada sofa&nbsp;hitam itu. Ia pejamkan mata dan lemaskan tubuh yang lesu. Rudi melihatnya heran,&nbsp;\u201cMenyerah? Ingin pulang sekarang?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Genta menggeleng, \u201cTidak sekarang Rud, gelas kita masih penuh. Habiskan&nbsp;saja dulu sampai entah kapan.\u201d Rudi terdiam, namun pada akhirnya ia teguk soda&nbsp;miliknya hingga setengah gelas. \u201cSebetulnya aku tidak masalah dengan larutnya&nbsp;malam, hanya saja aku-\u201c<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cYa, aku paham.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Genta membuka matanya lalu minum sedikit soda. Mereka sama-sama takut\u00a0tidak lagi hidup setelah memutuskan untuk pulang dari bar. Berlebihan memang, namun mereka juga bukanlah\u00a0orang-orang berputus asa yang tidak takut pada perampok bersenjata itu daripada\u00a0hidup mereka sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belum tengah malam, seorang lelaki paruh baya buat gaduh suasana dengan&nbsp;memecahkan satu botol arak mahal yang sedang diantar pelayan. Ia mabuk, tidak&nbsp;terima disalahkan dan berlanjut akan memukul siapa saja yang menyalahkannya.&nbsp;Namun jujur saja dia tidak pantas untuk mabuk dan bersikap demikian jika dilihat&nbsp;dari penampilannya. Entahlah, dalam hidup yang tua pun keinginan untuk&nbsp;menyerah dan memaki tidaklah hilang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDia terlalu tua untuk bersikap kurang ajar seperti itu,\u201d ucap Rudi. Genta&nbsp;menggeleng, \u201cSepertinya bersikap bukan soal umur, Rud. Namun tetap saja dia&nbsp;mabuk.\u201d Rudi tertawa renyah, ia habiskan soda dan memesan satu gelas lagi. Ia&nbsp;simpan bungkus rokok rapat-rapat ke dalam saku sebab dia tidak ingin mengganggu&nbsp;Genta dengan asapnya jika ia putuskan untuk merokok malam ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cTapi lihatlah, Rud. Tempat sekacau ini masih menjadi tempat favorit bagi\u00a0sebagian orang. Aku tidak tahu mengapa,\u201d Genta berkata. \u201cKupikir jika bar adalah\u00a0manusia, sudah kupastikan dia sibuk mengulas segala aduan nasib dan\u00a0ketidakberuntungan semua pelanggannya. Ia akan bosan dengan semua\u00a0keputusasaan yang selalu datang setiap hari.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rudi menatap keramaian yang sudah mereda lalu beralih pada pecahan&nbsp;botol kaca arak di dekat lelaki paruh baya itu. Seorang pelayan mendekat,&nbsp;meletakkan gelas soda dingin kemudian pergi. Rudi meneguknya. \u201cHanya arak&nbsp;yang membuat manusia berani utarakan jujurnya meski kejujuran itu akan merusak&nbsp;sesuatu. Lucunya mereka lebih takut dengan kejujuran mereka sendiri dibanding&nbsp;dosa dari haramnya meneguk,\u201d kata Rudi dengan santai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Genta tertawa, \u201cBagi mereka arak adalah tempat beradu masalah karena&nbsp;setelahnya mereka tak sadarkan diri.\u201d Rudi mengangguk, \u201cPadahal permasalahan&nbsp;itu tetap berlanjut dan semesta tidak peduli apakah mereka dalam keadaan sadar&nbsp;atau tidak untuk menyelesaikannya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kericuhan lelaki paruh baya itu hanya berlangsung sementara sebab&nbsp;kerabatnya yang tiba-tiba muncul membayar kompensasi. Selepasnya suasana&nbsp;kembali normal namun musik tidak lagi dikeraskan. Entah memang sudah&nbsp;berkonsep demikian atau sebab lain. Kini hanya suara-suara bincangan yang tepis&nbsp;sunyi dalam ruang bersamaan dengan dentingan gelas yang bersulang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cNamun Ta, kurasa mereka terlalu miskin untuk keluhkan nasib dengan&nbsp;segelas arak tiap harinya. Mengapa mereka tidak temukan tempat lain? Ada banyak&nbsp;masjid dan gereja di kota ini!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKau tidak akan pernah pahami para pemabuk itu. Bagi mereka, arak adalah\u00a0harapan penolong sedang kita adalah doa. Jangan tanyakan padaku soal mengapa\u00a0mereka tidak berdoa!\u201d ucap Genta dengan tertawa kecil.\u00a0Rudi menggeleng dan meneguk sodanya kembali dan berkata, \u201cKupikir mengapa Tuhan tidak ciptakan manusia dalam mabuk saja jika hanya arak\u00a0yang buat mereka ucapkan jujur?\u201d Genta menaikkan bahu, \u201cEntahlah, aku sedang\u00a0tidak ingin mengatur Tuhan malam ini.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka saling melantur dan tertawa malam itu. Dengan kesadaran penuh&nbsp;tanpa alkohol atau mabuk, mereka tertawakan wajah-wajah putus asa, sesal, dan&nbsp;kesal yang tengah meneguk sisa-sisa harapan lewat sebotol arak. Hingga pukul satu&nbsp;dini hari, mereka baru sadar waktu dan memutuskan pulang bersama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBagaimana jika perampok beraksi malam ini dan mengejar\u00a0kita?\u201d tanya Rudi. \u201cBiarkan, ikuti tabiat orang-orang mabuk itu yang tak takut pada\u00a0senjata perampok selain nasib hidupnya. Jika kita masih bertahan di bar itu hingga\u00a0pagi, takut kalau-kalau besok kita ikut berputus asa,\u201d jawab Genta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka memakai helm dan menaiki motor, kemudian Rudi mengarahkan&nbsp;motornya keluar dari tempat parkir. Masih belum mengendarai jauh, tiba-tiba suara&nbsp;letus tembakan terdengar dari dalam bar. Mereka terkejut, Rudi hentikan motor&nbsp;dengan tiba-tiba. Mereka menolehkan kepala ke arah yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya, perampok-perampok lemah yang bukan menguasai kota beberapa&nbsp;waktu lalu itu berada di bar tepat setelah Rudi dan Genta putuskan pergi untuk rebut&nbsp;harta orang-orang mabuk di dalam. Tiada terdengar jeritan penolakan kematian.&nbsp;Semua mati, semua betul-betul berputus asa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cTa..\u201d<br>\u201cYa, kurasa mereka tidak bercanda dengan semua keputusasaan itu.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kota itu adalah yang terburuk. Tunawisma jadikan jalan dan emperan toko&nbsp;sebagai tempat beradu. Pencurian di kompleks-kompleks perumahan mewah tidak&nbsp;lagi kejutkan saluran TV lokal sebagai berita akhir pekan. Pejabat sibuk susunkan&nbsp;kota sedang aparat susunkan rencana keamanan. Semua kacau, semua balau. Dalam segala hiruk-pikuk yang tidak menyenangkan, bar di sudut kota\u00a0menjadi tempat paling kumuh sebab menampung segala [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,28],"tags":[],"class_list":["post-1221","post","type-post","status-publish","format-standard","category-cerita","category-karya-tulis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1221","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1221"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1221\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6462,"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1221\/revisions\/6462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lions.smktelkom-pwt.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}