Hujan

Di senja yang hening, hujan pun menari,
Embun malu-malu jatuh, membasahi bumi yang kering.
Rintik-rintik melodi, mengusik kesepian,
Mengundang hati yang terpendam dalam kerinduan.

Langit membuka pintu, air turun bersemi,
Menyentuh tanah gersang, mencium dedaunan yang lapuk.
Rahmat dari langit, tarian kasih-Nya,
Hujan adalah puisi, yang dibacakan bumi dalam diam.

Dalam sentuhan pelangi, hujan pun berpulang,
Warna-warni cinta-Nya mengalir dalam setiap tetes.
Di celah awan, mentari tersenyum,
Menyapa dunia yang kini bermandikan rahmat.

Jendela-jendela berkaca, menyaksikan perjalanan hujan,
Detik-detik damai, pelukan langit dan bumi menyatu.
Sebuah puisi tercipta, di antara rintik-rintik yang lembut,
Mengukir cerita tentang kasih, dalam goresan air yang tak pernah padam.

Hujan, seakan pena yang menari di atas kertas langit,
Menulis kisah haru dalam titisan air yang jatuh.
Dan di setiap jatuhnya hujan, ada doa yang terucap,
Merayakan kehidupan, dalam setiap titik yang bertemu.

Jadi, biarkan hujan menyapa, dengan pelukannya yang sejuk,
Merangkul hati yang haus akan kedamaian.
Dengarkan bisikan rintik-rintik, cerita cinta yang terucap,
Hujan adalah puisi, yang diberkahi oleh langit yang penuh kasih.