Duka yang Meretas Langit

Di bawah langit biru terbentang, Palestina, tanah yang terluka.

Dengan hati yang penuh harap, Kita bersatu, doa terucap.

Jerit tangis angin malam, Menceritakan kisah duka yang dalam.

Bait-bait puisi melodi perlawanan, Free Palestina, panggilan jiwa yang teguh.

Di antara reruntuhan, bunga harapan berkembang, Meski tanah ini diguncang perang.

Jeritan anak-anak, bisikkan angin, Menyampaikan pesan perdamaian.

Darah yang mengalir di sungai tanah, Menyatu dengan sejarah yang panjang.

Bukan hanya konflik, tapi cerita perjuangan, Free Palestina, panggilan yang menggelegar.

Terkulai mimpi di malam yang kelam, Palestina, kau adalah harapan yang abadi.

Dalam doa-doa, kita bersatu, Menggapai cahaya keadilan yang suci.

Langit biru menyaksikan perlawanan, Bintang-bintang menari menunjukkan arah.

Palestina, kita bersama, Mengukir kebebasan dalam puisi cinta.

Biarlah puisi ini menjadi suara, Yang meresapi hati setiap insan.

Free Palestina, di dalam doa kami, Semoga damai menyapa, menghapuskan luka yang duka.