Sang angin berlari di telingaku
Berteriak memecah riuh kata
Mengosongkan pikiranku
Tuk hentikan kegaduhan yang tak tertata
Omong kosong kau lontarkan padaku
Menyayat luka yang sangat indah
Menyaksikan leluconmu yang tak terarah
Diriku, hanya diam terpaku
Menyaksikan goresan yang terus terukir
Terus menerus..
Aku terperangkap dalam arus
Bisakah kau terdiam sekali saja?
Bisakah kau membisu sekejap saja?
Riuh berisik manusia
Bicara seenak logika
Melewati telinga yang gaduh
Menembus batin yang rapuh
Leave a Reply